Materi Matematika Kelas 10 Semester 2

Pendahuluan

Matematika adalah mata pelajaran yang penting dan menarik, yang seringkali menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Memahami konsep-konsep matematika dengan baik sejak dini akan mempermudah pembelajaran di jenjang yang lebih tinggi. Artikel ini akan membahas beberapa contoh soal pilihan ganda matematika kelas 10 semester 2, lengkap dengan pembahasan singkatnya. Pembahasan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Outline Artikel

    Materi Matematika Kelas 10 Semester 2

  1. Pendahuluan
    • Pentingnya pemahaman matematika
    • Tujuan artikel
  2. Materi Pokok Matematika Kelas 10 Semester 2
    • Trigonometri
      • Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku
      • Sudut istimewa
      • Identitas trigonometri
      • Aturan sinus dan cosinus
      • Luas segitiga menggunakan trigonometri
    • Irisan Kerucut
      • Lingkaran
      • Elips
      • Hiperbola
      • Parabola
    • Dimensi Tiga (Geometri Ruang)
      • Jarak titik ke titik
      • Jarak titik ke garis
      • Jarak titik ke bidang
      • Sudut antara garis dan garis
      • Sudut antara garis dan bidang
      • Sudut antara bidang dan bidang
  3. Contoh Soal Pilihan Ganda dan Pembahasan
    • Bagian 1: Trigonometri
      • Soal 1: Menghitung nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa.
      • Soal 2: Menggunakan identitas trigonometri untuk menyederhanakan ekspresi.
      • Soal 3: Penerapan aturan sinus atau cosinus pada segitiga.
      • Soal 4: Menghitung luas segitiga menggunakan rumus trigonometri.
    • Bagian 2: Irisan Kerucut
      • Soal 5: Menentukan persamaan lingkaran jika diketahui pusat dan jari-jari.
      • Soal 6: Menentukan unsur-unsur elips (titik fokus, puncak, dll.) dari persamaannya.
      • Soal 7: Mengidentifikasi jenis irisan kerucut dari persamaannya.
      • Soal 8: Menghitung jarak antara dua titik pada bidang koordinat.
    • Bagian 3: Dimensi Tiga (Geometri Ruang)
      • Soal 9: Menghitung jarak antara dua titik pada kubus atau balok.
      • Soal 10: Menghitung jarak titik ke garis pada bangun ruang.
      • Soal 11: Menghitung jarak titik ke bidang pada bangun ruang.
      • Soal 12: Menghitung sudut antara dua garis pada bangun ruang.
      • Soal 13: Menghitung sudut antara garis dan bidang pada bangun ruang.
      • Soal 14: Menghitung sudut antara dua bidang pada bangun ruang.
  4. Tips Belajar Efektif
    • Memahami konsep dasar
    • Latihan soal secara rutin
    • Membentuk kelompok belajar
    • Memanfaatkan sumber belajar online
  5. Kesimpulan
    • Rangkuman pentingnya materi
    • Dorongan untuk terus belajar

Materi Matematika Kelas 10 Semester 2

Matematika, sebuah disiplin ilmu yang mendasari berbagai aspek kehidupan, seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang. Namun, dengan pemahaman yang kuat terhadap konsep-konsep dasarnya, matematika dapat menjadi subjek yang menarik dan bermanfaat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai beberapa contoh soal pilihan ganda matematika kelas 10 semester 2, disertai dengan pembahasan singkat. Harapannya, ulasan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menguasai materi dan mempersiapkan diri menghadapi evaluasi belajar.

Semester 2 kelas 10 umumnya mencakup tiga topik utama: Trigonometri, Irisan Kerucut, dan Geometri Ruang (Dimensi Tiga). Masing-masing topik memiliki konsep dan penerapannya sendiri yang penting untuk dipahami.

1. Trigonometri

Trigonometri adalah cabang matematika yang mempelajari hubungan antara sudut dan sisi-sisi segitiga. Materi ini menjadi fondasi penting untuk berbagai aplikasi, mulai dari astronomi, fisika, hingga teknik.

  • Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku: Konsep dasar meliputi sinus (sin), cosinus (cos), tangen (tan), cosecan (csc), secan (sec), dan cotangen (cot). Perbandingan ini didefinisikan berdasarkan sisi-sisi segitiga siku-siku relatif terhadap suatu sudut lancip.
  • Sudut Istimewa: Sudut-sudut tertentu seperti 0°, 30°, 45°, 60°, dan 90° memiliki nilai perbandingan trigonometri yang spesifik dan sering dihafal.
  • Identitas Trigonometri: Ini adalah persamaan yang berlaku untuk semua nilai sudut yang memungkinkan. Identitas dasar seperti $sin^2theta + cos^2theta = 1$ sangat penting untuk penyederhanaan ekspresi dan pembuktian.
  • Aturan Sinus dan Cosinus: Aturan ini digunakan untuk menyelesaikan segitiga sembarang (bukan hanya segitiga siku-siku) ketika diketahui sisi dan sudutnya.
  • Luas Segitiga Menggunakan Trigonometri: Rumus luas segitiga dapat dihitung dengan menggunakan panjang dua sisi dan besar sudut yang diapit oleh kedua sisi tersebut.

2. Irisan Kerucut

Irisan kerucut adalah kurva yang terbentuk ketika sebuah bidang memotong sebuah kerucut. Terdapat empat jenis irisan kerucut yang umum dipelajari: lingkaran, elips, hiperbola, dan parabola.

  • Lingkaran: Lingkaran adalah himpunan titik-titik yang berjarak sama dari satu titik pusat. Persamaan umumnya adalah $(x-a)^2 + (y-b)^2 = r^2$, di mana $(a, b)$ adalah pusat dan $r$ adalah jari-jari.
  • Elips: Elips adalah himpunan titik-titik sedemikian rupa sehingga jumlah jarak dari dua titik fokus yang tetap adalah konstan. Bentuknya menyerupai lingkaran yang "lonjong".
  • Hiperbola: Hiperbola adalah himpunan titik-titik sedemikian rupa sehingga selisih jarak dari dua titik fokus yang tetap adalah konstan. Bentuknya terdiri dari dua cabang kurva yang terpisah.
  • Parabola: Parabola adalah himpunan titik-titik yang berjarak sama dari satu titik tetap (fokus) dan satu garis tetap (direktris). Bentuknya seperti "U" atau "U" terbalik.

Memahami persamaan standar dari masing-masing irisan kerucut sangat penting untuk mengidentifikasi jenisnya dan menentukan unsur-unsurnya seperti titik pusat, puncak, fokus, dan sumbu simetri.

3. Dimensi Tiga (Geometri Ruang)

Geometri ruang mempelajari sifat-sifat benda-benda dalam tiga dimensi. Materi ini mencakup konsep-konsep jarak dan sudut antar elemen dalam bangun ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas.

  • Jarak: Meliputi jarak antara dua titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang. Konsep ini seringkali melibatkan penggunaan teorema Pythagoras atau proyeksi.
  • Sudut: Meliputi sudut antara dua garis, sudut antara garis dan bidang, serta sudut antara dua bidang. Menghitung sudut-sudut ini biasanya melibatkan penggunaan perbandingan trigonometri pada segitiga yang terbentuk dari elemen-elemen bangun ruang.
READ  Asah Kemampuan Matematika: Bank Soal Pembagian Kelas 4 SD

Contoh Soal Pilihan Ganda dan Pembahasan

Mari kita telaah beberapa contoh soal pilihan ganda yang mencakup materi-materi di atas.

Bagian 1: Trigonometri

Soal 1:
Nilai dari $sin 60^circ + cos 30^circ$ adalah …
A. $frac12$
B. $fracsqrt22$
C. $sqrt2$
D. $sqrt3$
E. $frac32$

Pembahasan:
Kita perlu mengingat nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.
$sin 60^circ = fracsqrt32$
$cos 30^circ = fracsqrt32$
Jadi, $sin 60^circ + cos 30^circ = fracsqrt32 + fracsqrt32 = frac2sqrt32 = sqrt3$.
Jawaban: D

Soal 2:
Bentuk sederhana dari $fracsin^2 theta1 – cos^2 theta$ adalah …
A. $sin theta$
B. $cos theta$
C. $tan theta$
D. $1$
E. $sec theta$

Pembahasan:
Kita menggunakan identitas trigonometri dasar $sin^2 theta + cos^2 theta = 1$.
Dari identitas ini, kita dapat menurunkan bahwa $1 – cos^2 theta = sin^2 theta$.
Maka, $fracsin^2 theta1 – cos^2 theta = fracsin^2 thetasin^2 theta = 1$, asalkan $sin^2 theta neq 0$.
Jawaban: D

Soal 3:
Pada segitiga ABC, diketahui panjang sisi $a = 5$, sisi $b = 7$, dan sudut $C = 60^circ$. Panjang sisi $c$ adalah …
A. $sqrt39$
B. $sqrt49$
C. $sqrt61$
D. $sqrt70$
E. $sqrt85$

Pembahasan:
Kita dapat menggunakan Aturan Cosinus untuk mencari panjang sisi $c$. Aturan Cosinus menyatakan:
$c^2 = a^2 + b^2 – 2ab cos C$
$c^2 = 5^2 + 7^2 – 2(5)(7) cos 60^circ$
$c^2 = 25 + 49 – 70 times frac12$
$c^2 = 74 – 35$
$c^2 = 39$
$c = sqrt39$
Jawaban: A

Soal 4:
Luas segitiga yang memiliki panjang sisi 6 cm dan 8 cm dengan sudut apit $30^circ$ adalah …
A. 12 cm$^2$
B. 18 cm$^2$
C. 24 cm$^2$
D. 36 cm$^2$
E. 48 cm$^2$

Pembahasan:
Rumus luas segitiga jika diketahui dua sisi dan sudut apitnya adalah:
Luas = $frac12 ab sin C$
Di mana $a$ dan $b$ adalah panjang dua sisi, dan $C$ adalah sudut apitnya.
Luas = $frac12 times 6 times 8 times sin 30^circ$
Luas = $frac12 times 48 times frac12$
Luas = $24 times frac12$
Luas = 12 cm$^2$
Jawaban: A

Bagian 2: Irisan Kerucut

Soal 5:
Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (2, -3) dan memiliki jari-jari 5 adalah …
A. $(x-2)^2 + (y+3)^2 = 25$
B. $(x+2)^2 + (y-3)^2 = 25$
C. $(x-2)^2 + (y+3)^2 = 5$
D. $(x+2)^2 + (y-3)^2 = 5$
E. $x^2 + y^2 – 4x + 6y – 12 = 0$

Pembahasan:
Persamaan standar lingkaran dengan pusat $(a, b)$ dan jari-jari $r$ adalah $(x-a)^2 + (y-b)^2 = r^2$.
Diketahui pusat $(a, b) = (2, -3)$ dan $r = 5$.
Maka, persamaannya adalah $(x-2)^2 + (y-(-3))^2 = 5^2$
$(x-2)^2 + (y+3)^2 = 25$.
Jawaban: A

Soal 6:
Manakah di antara persamaan berikut yang merupakan persamaan elips?
A. $x^2 + y^2 = 16$
B. $4x^2 + 9y^2 = 36$
C. $x^2 – y^2 = 9$
D. $y^2 = 12x$
E. $(x-1)^2 + (y-2)^2 = 7$

Pembahasan:
Persamaan umum elips adalah $frac(x-h)^2a^2 + frac(y-k)^2b^2 = 1$ atau $frac(x-h)^2b^2 + frac(y-k)^2a^2 = 1$, di mana $a^2$ dan $b^2$ adalah penyebut yang berbeda.
Mari kita analisis pilihan yang ada:
A. $x^2 + y^2 = 16$ adalah persamaan lingkaran (penyebut sama).
B. $4x^2 + 9y^2 = 36$. Jika dibagi 36 menjadi $frac4x^236 + frac9y^236 = 1$, yaitu $fracx^29 + fracy^24 = 1$. Ini adalah persamaan elips.
C. $x^2 – y^2 = 9$ adalah persamaan hiperbola (tanda minus).
D. $y^2 = 12x$ adalah persamaan parabola.
E. $(x-1)^2 + (y-2)^2 = 7$ adalah persamaan lingkaran.
Jawaban: B

Soal 7:
Titik fokus dari parabola $y^2 = -8x$ adalah …
A. (2, 0)
B. (-2, 0)
C. (0, 2)
D. (0, -2)
E. (8, 0)

Pembahasan:
Persamaan parabola standar yang berfokus pada sumbu-x adalah $y^2 = 4px$.
Dalam kasus ini, $y^2 = -8x$, sehingga $4p = -8$, yang berarti $p = -2$.
Karena $p$ negatif, parabola terbuka ke kiri. Titik fokusnya adalah $(p, 0)$.
Jadi, titik fokusnya adalah $(-2, 0)$.
Jawaban: B

Soal 8:
Jarak antara titik P(3, -1) dan Q(-2, 5) adalah …
A. $sqrt31$
B. $sqrt41$
C. $sqrt51$
D. $sqrt61$
E. $sqrt71$

Pembahasan:
Jarak antara dua titik $(x_1, y_1)$ dan $(x_2, y_2)$ dihitung menggunakan rumus jarak:
$d = sqrt(x_2 – x_1)^2 + (y_2 – y_1)^2$
$d = sqrt(-2 – 3)^2 + (5 – (-1))^2$
$d = sqrt(-5)^2 + (6)^2$
$d = sqrt25 + 36$
$d = sqrt61$
Jawaban: D

Bagian 3: Dimensi Tiga (Geometri Ruang)

Soal 9:
Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Jarak antara titik A dan titik G adalah …
A. $6sqrt2$ cm
B. $6sqrt3$ cm
C. $12$ cm
D. $18$ cm
E. $36$ cm

Pembahasan:
Jarak antara titik A dan G adalah panjang diagonal ruang kubus.
Panjang diagonal ruang kubus dengan rusuk $s$ adalah $d = ssqrt3$.
Dalam kasus ini, $s = 6$ cm.
Maka, jarak AG = $6sqrt3$ cm.
Alternatif lain, kita bisa menggunakan teorema Pythagoras dua kali.
Pertama, cari panjang diagonal alas AC: $AC = sqrtAB^2 + BC^2 = sqrt6^2 + 6^2 = sqrt36+36 = sqrt72 = 6sqrt2$.
Kedua, cari panjang diagonal ruang AG pada segitiga siku-siku ACG: $AG = sqrtAC^2 + CG^2 = sqrt(6sqrt2)^2 + 6^2 = sqrt72 + 36 = sqrt108 = sqrt36 times 3 = 6sqrt3$.
Jawaban: B

Soal 10:
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 8 cm. Jarak dari titik D ke garis BH adalah …
A. $4sqrt3$ cm
B. $4sqrt6$ cm
C. $8sqrt3$ cm
D. $8sqrt6$ cm
E. $16sqrt2$ cm

Pembahasan:
Ini adalah soal yang cukup kompleks. Untuk mencari jarak titik D ke garis BH, kita perlu membayangkan bidang yang tegak lurus terhadap BH dan melalui D. Atau, kita bisa mencari luas segitiga DBH dan menggunakan rumus luas = $frac12 times textalas times texttinggi$.

READ  Contoh Soal PKN Kelas 2 KD 3.1: Hidup Rukun

Pertama, hitung panjang rusuk dan diagonal.
Rusuk = 8 cm.
Diagonal sisi (misal DB, BH, DH) = $8sqrt2$ cm.
Diagonal ruang (misal DG, AH, BE, CF) = $8sqrt3$ cm.

Segitiga DBH adalah segitiga sama kaki dengan DB = BH = $8sqrt2$ cm, dan DH = 8 cm. Oh, tunggu, BH bukan diagonal sisi, BH adalah diagonal ruang. Jadi DB = $8sqrt2$, DH = 8, dan BH = $8sqrt3$. Segitiga DBH bukan sama kaki dengan sisi yang sama.

Mari kita gunakan pendekatan lain. Perhatikan segitiga BDG. BD = $8sqrt2$, DG = $8sqrt3$, BG = 8. Ini juga bukan segitiga yang mudah.

Kita perlu mencari titik pada garis BH yang jaraknya terdekat dengan D. Misalkan titik tersebut adalah P. Maka DP tegak lurus BH.
Consider segitiga DBH. DB = $8sqrt2$, DH = 8, BH = $8sqrt3$.
Kita bisa menggunakan luas segitiga DBH.
Luas segitiga DBH dapat dihitung dengan menggunakan rumus Heron jika semua sisinya diketahui.
Luas = $frac12 times textalas times texttinggi$.
Jika kita ambil alas BH, maka tingginya adalah jarak dari D ke BH.

Sebuah cara yang lebih mudah adalah memproyeksikan D ke bidang diagonal ACGE, lalu mencari jarak ke BH.
Mari kita pakai perbandingan proyeksi.
Koordinat: D(0,0,0), B(8,8,0), H(0,8,8).
Vektor $vecBH = H – B = (0-8, 8-8, 8-0) = (-8, 0, 8)$.
Vektor $vecDB = B – D = (8, 8, 0)$.
Vektor $vecDH = H – D = (0, 8, 8)$.

Misalkan P adalah titik pada BH sehingga DP tegak lurus BH.
$vecDP = vecDB + t vecBH = (8,8,0) + t(-8,0,8) = (8-8t, 8, 8t)$.
Syarat tegak lurus: $vecDP cdot vecBH = 0$.
$(8-8t)(-8) + (8)(0) + (8t)(8) = 0$
$-64 + 64t + 0 + 64t = 0$
$128t = 64$
$t = frac64128 = frac12$.

Jadi P adalah titik tengah BH. Ini tidak tepat, P adalah titik proyeksi.
Vektor $vecP = vecB + t vecBH = (8,8,0) + frac12(-8,0,8) = (8-4, 8, 4) = (4, 8, 4)$.
Jarak DP = $|vecDP| = sqrt(4-0)^2 + (8-0)^2 + (4-0)^2 = sqrt16 + 64 + 16 = sqrt96$.
$sqrt96 = sqrt16 times 6 = 4sqrt6$.
Jawaban: B

Soal 11:
Diketahui limas T.ABC dengan alas segitiga sama sisi ABC berukuran sisi 4 cm. Tinggi limas adalah 6 cm. Jarak dari titik T ke bidang alas ABC adalah …
A. 3 cm
B. 4 cm
C. 5 cm
D. 6 cm
E. 7 cm

Pembahasan:
Jarak dari titik puncak T ke bidang alas ABC adalah definisi dari tinggi limas itu sendiri.
Diberikan bahwa tinggi limas adalah 6 cm.
Jawaban: D

Soal 12:
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Sudut antara garis AG dan garis BG adalah …
A. $30^circ$
B. $45^circ$
C. $60^circ$
D. $90^circ$
E. $120^circ$

Pembahasan:
Perhatikan segitiga ABG.
AB = 10 cm (rusuk kubus)
BG = $10sqrt2$ cm (diagonal sisi)
AG = $10sqrt3$ cm (diagonal ruang)

Segitiga ABG adalah segitiga siku-siku di B, karena BG adalah diagonal sisi alas dan AB adalah rusuk tegak.
Jadi, sudut ABG adalah $90^circ$.
Yang ditanyakan adalah sudut antara garis AG dan garis BG. Ini berarti sudut $angle AGB$.
Dalam segitiga siku-siku ABG:
$cos(angle AGB) = fractextsisi sampingtextsisi miring = fracBGAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt2sqrt3 = fracsqrt63$.
Nilai ini bukan nilai sudut istimewa.

Mari kita periksa ulang pertanyaannya. Sudut antara garis AG dan garis BG.
Ini adalah sudut yang dibentuk oleh kedua garis tersebut ketika bertemu pada satu titik. Kedua garis bertemu di titik G. Jadi sudut yang dimaksud adalah $angle AGB$.
Kita sudah menghitungnya di atas.
Coba kita cari sudut $angle BAG$.
$cos(angle BAG) = fracABAG = frac1010sqrt3 = frac1sqrt3 = fracsqrt33$.

Mari kita gunakan segitiga diagonal ruang dan diagonal sisi.
Perhatikan bidang diagonal ACGE. AG adalah diagonal ruang.
Perhatikan bidang diagonal BDHF. BH adalah diagonal ruang.

Sebuah cara yang lebih sederhana adalah menggunakan vektor.
Misalkan G adalah titik asal (0,0,0).
A = (10, 0, 10)
B = (10, 10, 10)
Vektor $vecGA = A – G = (10, 0, 10)$
Vektor $vecGB = B – G = (10, 10, 10)$
$cos theta = fracvecGA cdot vecGB$
$vecGA cdot vecGB = (10)(10) + (0)(10) + (10)(10) = 100 + 0 + 100 = 200$.
$|vecGA| = sqrt10^2 + 0^2 + 10^2 = sqrt100 + 100 = sqrt200 = 10sqrt2$.
$|vecGB| = sqrt10^2 + 10^2 + 10^2 = sqrt100 + 100 + 100 = sqrt300 = 10sqrt3$.
$cos theta = frac200(10sqrt2)(10sqrt3) = frac200100sqrt6 = frac2sqrt6 = frac2sqrt66 = fracsqrt63$.
Ini kembali ke hasil sebelumnya.

Mungkin ada kesalahan dalam pemahaman soal atau opsi jawaban. Mari kita coba sudut antara AG dan AB.
Sudut antara AG dan AB adalah $angle BAG$.
Kita sudah hitung $cos(angle BAG) = fracsqrt33$.

Mari kita coba sudut antara AG dan AE.
Perhatikan segitiga AEG. AE = 10, EG = $10sqrt2$, AG = $10sqrt3$.
Segitiga AEG siku-siku di E.
$cos(angle AGE) = fracEGAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt63$.
Sudut yang ditanyakan adalah sudut antara AG dan BG. Garis-garis ini bertemu di G.

Mari kita perhatikan segitiga ABG.
AB = 10
BG = $10sqrt2$
AG = $10sqrt3$
Sudut $angle ABG = 90^circ$.
Kita mencari $angle AGB$.
$tan(angle AGB) = fracABBG = frac1010sqrt2 = frac1sqrt2 = fracsqrt22$.
Nilai $tan theta = fracsqrt22$ tidak menghasilkan sudut istimewa.

Jika soalnya adalah sudut antara AG dan AB, maka $cos(angle BAG) = fracABAG = frac1010sqrt3 = frac1sqrt3$. Ini juga bukan sudut istimewa.

Mari kita asumsikan ada kekeliruan dalam soal atau pilihan.
Jika soalnya adalah sudut antara dua diagonal ruang yang berpotongan, misalnya AG dan BH.
Mereka berpotongan di titik tengah kubus.
Atau sudut antara AG dan AE. $cos(angle AGE) = fracsqrt63$.

READ  (Judul tidak akan ditampilkan sesuai permintaan)

Jika soalnya adalah sudut antara AG dan AC.
Segitiga ACG siku-siku di C. AC = $10sqrt2$, CG = 10, AG = $10sqrt3$.
$cos(angle CAG) = fracACAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt63$.

Mari kita coba kembali ke soal: sudut antara AG dan BG. Titik pertemuan adalah G. Sudutnya adalah $angle AGB$.
Segitiga ABG, siku-siku di B.
AB = 10, BG = $10sqrt2$, AG = $10sqrt3$.
$tan(angle AGB) = fracABBG = frac1010sqrt2 = frac1sqrt2$.
Ini berarti $angle AGB = arctan(frac1sqrt2)$.

Ada kemungkinan soalnya adalah sudut antara AG dan rusuk AB, atau AG dan rusuk AE, atau AG dan diagonal sisi AC.
Jika kita melihat pilihan, $60^circ$ sering muncul dalam soal dimensi tiga.
Jika sudutnya $60^circ$, maka cos-nya adalah $frac12$.

Mari kita cek jika $angle AGB = 60^circ$.
Maka $cos(angle AGB) = frac12$.
Kita punya $cos(angle AGB) = fracsqrt63$. Ini bukan $frac12$.

Kemungkinan besar ada kekeliruan pada soal atau pilihan jawaban.
Namun, jika dipaksa memilih, terkadang ada pola soal yang sering muncul.
Misalnya, sudut antara diagonal ruang dengan rusuk yang bertemu di salah satu ujungnya.
Sudut antara AG dan AB: $cos(angle BAG) = frac1sqrt3$.
Sudut antara AG dan AE: $cos(angle EAG) = frac1sqrt3$.

Jika soalnya adalah sudut antara diagonal ruang AG dan diagonal bidang AC.
$cos(angle CAG) = fracACAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt63$.

Mari kita coba cari sudut yang hasilnya adalah $60^circ$.
Misalnya, jika cos $theta = frac12$.
Perhatikan segitiga BGD. BG = $10sqrt2$, GD = $10sqrt2$, BD = $10sqrt2$. Segitiga sama sisi. Sudut $angle BGD = 60^circ$.
Ini adalah sudut antara dua diagonal sisi yang bertemu di satu titik (G).

Jika soalnya adalah sudut antara AG dan DH. Kedua garis ini sejajar. Sudutnya 0.
Jika soalnya adalah sudut antara AG dan BG. $tan(angle AGB) = frac1sqrt2$.

Saya akan mengasumsikan ada kesalahan dalam soal dan mari kita lihat jika ada sudut yang menghasilkan $60^circ$ dengan mudah.
Misalnya, sudut antara dua diagonal sisi yang bertemu di satu titik. Seperti $angle BGD$.
Dalam segitiga BGD, BD = $10sqrt2$, BG = $10sqrt2$, GD = $10sqrt2$. Ini adalah segitiga sama sisi. Maka $angle BGD = 60^circ$.
Ini adalah sudut antara garis BG dan GD.
Jika soalnya adalah sudut antara AG dan GE.
Segitiga AGE siku-siku di E. AE = 10, EG = $10sqrt2$, AG = $10sqrt3$.
$cos(angle AGE) = fracEGAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt63$.

Kembali ke soal asli, sudut antara AG dan BG. Titik pertemuan G. Sudutnya $angle AGB$.
Segitiga ABG, siku-siku di B.
AB = 10, BG = $10sqrt2$, AG = $10sqrt3$.
$tan(angle AGB) = fracABBG = frac1010sqrt2 = frac1sqrt2$.
Ini adalah $approx 35.26^circ$.

Jika kita perhatikan opsi jawaban, $60^circ$ adalah salah satu opsi.
Mari kita coba lihat apakah ada sudut lain yang menghasilkan $60^circ$.
Jika sudut antara AG dan BH. Mereka berpotongan di pusat kubus.
Misalkan pusat kubus adalah O. $vecOG = -frac12 vecAG$. $vecOH = -frac12 vecBH$.
Ini lebih rumit.

Saya curiga soalnya seharusnya adalah sudut antara dua diagonal sisi yang bertemu, atau sudut antara diagonal ruang dan rusuk.
Jika kita mengasumsikan soalnya adalah sudut antara AG dan AB. $cos(angle BAG) = frac1sqrt3$.
Jika soalnya adalah sudut antara AG dan AE. $cos(angle EAG) = frac1sqrt3$.

Jika kita harus memilih jawaban, dan $60^circ$ adalah salah satu opsi, seringkali ada segitiga sama sisi yang terlibat.
Pada kubus, segitiga sama sisi muncul dari tiga diagonal sisi yang bertemu di satu titik, seperti BGD. Sudutnya $60^circ$.

Karena tidak ada segitiga siku-siku yang menghasilkan sudut istimewa untuk $angle AGB$, dan tidak ada segitiga sama sisi yang melibatkan AG dan BG secara langsung, saya akan menduga ada kesalahan dalam soal atau pilihan. Namun, jika saya harus memilih jawaban yang paling ‘mungkin’ dalam konteks soal ujian, terkadang soal yang melibatkan kubus sering mengarah pada sudut $60^circ$ melalui segitiga sama sisi.

Jika soalnya adalah sudut antara diagonal ruang AG dan bidang alas ABCD.
Proyeksi AG ke bidang alas adalah AC. Sudutnya adalah $angle CAG$.
$cos(angle CAG) = fracACAG = frac10sqrt210sqrt3 = fracsqrt63$.

Saya tidak bisa menemukan dasar matematis untuk salah satu opsi jawaban untuk soal nomor 12 dengan soal yang diberikan. Namun, saya akan memberikan jawaban berdasarkan salah satu kemungkinan interpretasi atau kekeliruan umum. Jika soalnya adalah sudut antara diagonal sisi BG dan GD, maka jawabannya $60^circ$.

Asumsi Soal 12 adalah sudut antara BG dan GD.
Jawaban: C

Soal 13:
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Sudut antara garis AH dan bidang EFGH adalah …
A. $0^circ$
B. $30^circ$
C. $45^circ$
D. $60^circ$
E. $90^circ$

Pembahasan:
Garis AH adalah diagonal ruang. Bidang EFGH adalah bidang alas atas.
Garis AH tidak sejajar dengan bidang EFGH.
Proyeksi titik A ke bidang EFGH adalah titik E.
Proyeksi titik H ke bidang EFGH adalah titik H.
Garis proyeksi AH ke bidang EFGH adalah garis EH.

Sudut antara garis AH dan bidang EFGH adalah sudut antara garis AH dan garis proyeksinya, yaitu EH.
Jadi, sudut yang dicari adalah $angle AHE$.
Perhatikan segitiga siku-siku AHE (siku-siku di E).
AE = 6 cm (rusuk)
EH = 6 cm (rusuk)
AH = $6sqrt3$ cm (diagonal ruang)

Kita mencari sudut $angle AHE$.
$tan(angle AHE) = fractextsisi depan{text

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *